Insight     Ini Caranya Menciptakan Sistem Penilaian Kompetensi

Ini Caranya Menciptakan Sistem Penilaian Kompetensi

Mar 03, 2021

People

Share it:
            

Ini Caranya Menciptakan Sistem Penilaian Kompetensi

 

Tren begitu cepat berubah dan banyak perusahaan terhanyut dalam perkembangan teknologi. Walaupun demikian, kunci sukses untuk terus bertumbuh di era yang sangat kompetitif ini tetap terletak pada kualitas sumber daya manusia – bukan teknologi.

 

 

Tanggung jawab untuk mengukur kompetensi, potensi, maupun talenta bukan hanya menjadi milik individu semata. Organisasi dituntut untuk mempunyai kepiawaian dalam mengelola dan mengukur potensi SDM yang dimilikinya. 

 

Terutama para manajer senior, manajer tingkat menengah, serta para praktisi Human Resource (HR) kini menghadapi tantangan dalam mengukur dan menilai kapabilitas karyawan. Semua ini mencakup proses rekrutmen, seleksi, manajemen talenta, serta pemetaan karyawan dalam perusahaannya.

 

Dari sisi karyawan atau profesional, mereka pun harus bisa menentukan sekaligus menilai sendiri kompetensi dan talenta yang dimilikinya. Selain harus aware dengan berbagai kelebihan, kekurangan, serta perubahan yang terjadi di sekitarnya, seorang pekerja juga harus menyadari apa yang diharapkan, dan apa yang bisa diberikan perusahaan kepadanya. Karier seseorang sangat tergantung akan kedua hal ini. 

 

Bisa jadi setelah sekian lama bekerja atau membangun karier, karyawan belum menyadari bahwa masih ada potensi dalam diri yang belum tergali penuh. Selain menjadi tanggung jawab diri si karyawan sendiri, dari pihak organisasi pun diharapkan bisa jeli mengenali kompetensi dan talenta yang dibutuhkan.

 

Dalam lingkungan kerja yang semakin kompetitif, HR perusahaan harus cepat mengenali talenta yang fokus pada bidang tertentu. Ini menentukan ke mana arah perusahaan dan seberapa cepat tujuan bisa dicapai. Penempatan talenta yang tidak sesuai dengan kebutuhan tentu bisa menghambat kemajuan karier si karyawan maupun performa perusahaan itu sendiri. 

 

Seperti yang sudah disebutkan di atas, strategi HR yang diterapkan harus mencakup spektrum penting seperti recruitment, people development, career planning, talent management, hingga performance appraisal. Semua ini saling terintegrasi, saling berhubungan dan berpijak pada satu fondasi yang sama, yaitu kompetensi. 

 

Membangun sistem HR yang saling terintegrasi membutuhkan waktu lama. Kebanyakan kendalanya adalah bagaimana organisasi bisa mendorong masing-masing bagian / divisi untuk bisa saling terintegrasi.

 

 

Kenali Tipe Pekerja

Penting bagi organisasi untuk bisa mengumpulkan lebih banyak talenta berkualitas. Selanjutnya adalah memberikan peluang karier yang menjanjikan bagi karyawan yang memang mempunyai potensi. Organisasi harus bisa mempelajari karakter dan minat pekerja, lalu menyesuaikannya dengan posisi yang dibutuhkan, lingkungan, serta budaya kerja yang ada.

 

Awali dengan memastikan keselarasan antara strategi dan proses bisnis yang tertuang dalam struktur organisasi dan job description untuk setiap posisi di organisasi. Job description adalah panduan daftar kemampuan dan perilaku tertentu yang harus dimiliki oleh SDM untuk melakukan pekerjaan dengan optimal.

 

Untuk itu organisasi harus membangun satu set fondasi kompetensi yang lengkap, mulai dari kamus, profil, sampai metode pengukuran kompetensi. Tentunya untuk membangun fondasi tersebut dibutuhkan keahlian khusus. Organisasi harus memastikan fondasi yang disusun tersebut relevan dengan visi dan strategi organisasi.

 

Selanjutnya pastikan juga organisasi mampu menerapkan sistem secara konsisten di semua proses HR. Organisasi harus mempunyai standar kompetensi yang harus dipenuhi untuk kebutuhan dari setiap posisi. 

 

Sistem pengelolaan talenta dan assessment kompetensi harus terus dikembangkan dan diperbarui setiap saat melalui pengukuran level kompetensi karyawan di organisasi dibandingkan dengan standar kompetensi. Hasil dari pengukuran tersebut menjadi dasar implementasi HR, misalnya rekrutmen, promosi, mutasi, dan lainnya.

 

 

Ruang Pengembangan Diri

Faktor kunci lain untuk bisa menggali lebih banyak talenta dalam SDM adalah kemampuan untuk menjadi fleksibel. Perusahaan yang fleksibel selalu mencari peluang untuk beradaptasi dengan kondisi sekitar, mengembangkan diri, serta mampu memberikan motivasi. Apresiasi harus diberikan kepada karyawan yang mempunyai inisiatif tinggi. 

 

Bergerak maju dengan inisiatif dari diri sendiri adalah hak dari karyawan dan ini akan memunculkan segala kreativitas yang dimilikinya. Kesempatan juga bisa diberikan kepada karyawan untuk melihat struktur organisasi di perusahaan, apakah ada ruang untuk bertumbuh dan mendaki tangga perusahaan lebih tinggi lagi? Perusahaan harus membuka peluang dan memberikan indikasi yang jelas bahwa ada ruang untuk mengembangkan diri sepanjang karier karyawan. 

 

Ruang mengembangkan diri ini penting supaya baik karyawan maupun perusahaan bisa menggali lebih dalam lagi potensi dan talenta. Berbagai pekerjaan ekstra, tugas dengan level yang lebih tinggi, pengambilan keputusan yang lebih krusial, yang berujung pada reward yang lebih besar bagi karyawan, bisa menjadi pertimbangan selanjutnya.

 

Ivan Mulyadi


More Insight

How we can help your organization?

ONE GML

Subscribe our latest insight and event


CAREERSABOUT USCONTACT US

FOLLOW US

linkedin
fb
ig

© 2022 ONE GML Consulting