Insight     Kunci Memetakan Jalur Karier

Kunci Memetakan Jalur Karier

Mar 05, 2021

People

Share it:
            

Kunci Memetakan Jalur Karier

Future leader merupakan topik yang selalu hangat di tempat kerja. Pertanyaan seperti, “Sampai kapan perusahaan saya akan sustain?”, “Siapa yang akan menjadi penerus?”, “Apakah penerus memiliki kemampuan yang sama?”, dan sebagainya, dan seterusnya. 

 

Baik pegawai, maupun pihak manajemen, seringkali merasa khawatir ketika ada titik pergantian pemimpin. Kekhawatiran ini dapat dikarenakan adanya ketidaksiapan proses regenerasi di dalam perusahaan. Setiap perusahaan membutuhkan regenerasi yang dapat menjamin kesinambungan perusahaan. Regenerasi dalam hal ini ialah tersedianya calon pimpinan yang kelak dapat mengisi posisi struktural dan manajemen puncak dengan kemampuan dan/atau kompetensi yang dapat diandalkan untuk melanjutkan kerja keras pimpinan terdahulunya.

 

Permasalahannya, regenerasi bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk diterapkan secara benar. Pada kenyataannya, regenerasi seringkali hanya bergantung pada kemampuan pimpinan sebelumnya dalam memilih kandidat “favorit” untuk menggantikan dirinya. Pilihan ini pun tidak jarang dilandasi oleh sudut pandang dan pemikirannya yang sangat subyektif sehingga pada akhirnya menimbulkan konflik di internal perusahaan, dimana pegawai seringkali merasa bahwa ada rekan kerjanya yang promosi hanya dikarenakan faktor “kedekatan” dengan atasan. 

 

Atau mungkin kita bisa melihat cerita yang berbeda, yaitu ketika seorang pegawai mengundurkan diri dari pekerjaannya saat ini dikarenakan tidak adanya jalur karir yang dapat mengakomodir aspirasi pribadinya. Pergerakan karier yang ditawarkan seringkali melenceng dari keinginan pegawai atau bahkan jauh di luar bidang yang dikuasainya. Pada akhirnya perusahaan harus kehilangan orang-orang terbaiknya, lagi, dan lagi.

 

Berdasarkan beberapa contoh kondisi nyata di atas, hal apa yang sebenarnya harus dilakukan dari sisi perusahaan? Apakah perusahaan harus selalu memenuhi permintaan dan aspirasi karier pegawai? Bagaimana proses promosi yang seharusnya dilakukan?

 

Pergerakan karier pegawai akan menjadi lebih tertata jika memiliki prosedur baku yang obyektif dan diketahui oleh seluruh pegawai. Prosedur baku yang tersosialisasikan akan membuat pegawai merasa aman dan nyaman dalam berkarier dalam perusahaan. Dampak secara individu, pegawai mengetahui bahwa minat dan bakatnya dapat diutarakan dan menjadi perhatian dari atasannya secara langsung, yang pada akhirnya dapat meningkatkan keterlekatan pegawai pada perusahaan. 

 

Agar pergerakkan karier pegawai menjadi lebih tepat sasaran, perusahaan perlu memetakan terlebih dahulu jalur karier yang mungkin dapat dilalui oleh setiap kotak jabatan yang ada. Jalur karier ini disusun dengan mempertimbangkan rumpun atau keluarga jabatan di dalam perusahaan berdasarkan kemampuan dari masing-masing bidang. Melalui keluarga jabatan ini, pergerakan karier seseorang menjadi lebih variatif, yaitu bisa secara vertikal, horizontal maupun lateral. 

 

Bila jalur karier telah dipetakan, kemudian pertanyaannya, siapakah yang akan dipilih bila ada 3 posisi yang memiliki tujuan kotak jabatan yang sama? Di sinilah dinamika peran dari seorang praktisi HR dimulai. Fungsi Human Resources (HR) perlu membuat sistem tambahan yaitu talent pool yang berfungsi sebagai ‘rumah’ dari para hi-performer dan hi-competent pegawai di dalam perusahaan. 

 

Di antara 3 kandidat yang ada, kandidat manakah yang lebih tepat untuk mengisi posisi tujuan akan ditentukan berdasarkan posisi mereka di dalam talent pool tersebut. Tetapi jangan dilupakan, walaupun kandidat telah dipilih dari pegawai terbaik, mereka tetap membutuhkan waktu untuk berkembang baik secara kompetensi maupun mental untuk siap menjadi pimpinan. 

 

Jadi kuncinya, persiapan future leader perlu dibangun mulai dari penentuan kotak jabatan mana yang harus dipersiapkan penerusnya, bangun jalur karier setiap kotak, identifikasi talent berdasarkan performa dan kompetensi di dalam talent pool, dan kembangkan pegawai sesuai dengan persyaratan jabatan dari posisi yang dituju. 

 

Perlu diingat bahwa proses persiapan ini perlu melibatkan seluruh pihak, mulai dari kapabilitas HR dalam membuat sistem, komitmen manajer lini dalam mengembangkan dan menangkap aspirasi, serta motivasi pegawai secara individu untuk menjadi pimpinan. 

 

Kartika Indradjaja 

Organization Excellence Chief of Tribe


More Insight

How we can help your organization?

ONE GML

Subscribe our latest insight and event


CAREERSABOUT USCONTACT US

FOLLOW US

linkedin
fb
ig

© 2022 ONE GML Consulting