Insight     Tugas HRD yang Perlu Diketahui

Tugas HRD yang Perlu Diketahui

Oct 06, 2022

People

Share it:
            

Banyak yang menganggap tugas HRD cuma mengatur proses rekrutmen karyawan, lalu menangani urusan payroll-nya. Anggapan itu salah. HRD memiliki tugas lainnya yang tak kalah penting.

 

Sejatinya Human Resources Department atau HRD pada sebuah perusahaan memegang peranan penting. Ia ibarat “nyawa” perusahaan. Sebab, direktorat inilah yang bertanggung jawab atas pengelolaan karyawan mulai dari perencanaan karier, rekrutmen, manajemen kinerja, penentuan kompensasi dan lain sebagainya.

 

HRD juga sering menjadi jembatan atau penghubung antara karyawan dan pihak perusahaan, maupun dengan calon karyawan. Nah, jika Anda tertarik meniti karier sebagai HR professional, Anda perlu memahami apa itu HRD dan jenjang kariernya.

 

 

Apa itu HRD?

HRD adalah sebuah direktorat, departemen atau divisi di perusahaan yang bertanggung jawab pada pengelolaan sumber daya manusia, yakni karyawan. Ini baik untuk karyawan tetap maupun karyawan kontrak.

 

Bahkan beberapa perusahaan, HRD memainkan peran yang sangat strategis. Ilustrasi sederhananya begini.

 

Setiap perusahaan memiliki target tahunan, atau lima tahunan. Target tersebut kemudian ditetapkan dalam angka-angka dan timeline. Setiap target tentu harus ada yang bertanggung jawab untuk mengerjakannya. Siapa? Karyawan. Maka, menjadi tugas HRD untuk menemukan sosok yang tepat dalam mengerjakan pekerjaan tertentu. Ini baik menyangkut jumlah karyawan maupun skill yang dimilikinya.

 

Itu kalau peran HRD sudah sampai pada tataran strategis. Baiklah, secara konvensional beberapa tugas HRD adalah sebagai berikut:

 

  • Merancang program perencanaan karier
  • Memberikan pelatihan dan pengembangan
  • Menjamin perlindungan keselamatan kerja
  • Memberikan gaji dan kompensasi
  • Melakukan manajemen kinerja dan evaluasi
  • Menyusun administrasi personalia
  • Mendistribusikan gaji karyawan
  • Kalau di perusahaan besar, HRD biasanya dibagi menjadi dua bagian, yakni HR Generalist dan HR Specialist. Perbedaan keduanya terletak pada tugas dan tanggung jawab

 

Jika HR Generalist biasanya memiliki tanggung jawab yang lebih luas dengan kondisi kerja yang lebih dinamis. Ia akan mengerjakan beberapa tugas secara bersamaan selama masa kerjanya. Misalnya, rekrutmen, staffing, dan mengatur honorarium.

 

HR Specialist lebih berfokus hanya pada satu atau dua tugas yang menjadi keahliannya. HR Specialist ini biasanya banyak ditemukan pada perusahaan yang memiliki karyawan dalam jumlah besar. Tugasnya meliputi pengembangan karyawan, resolusi konflik, hingga program pertukaran karyawan.

 

 

Background Pendidikan HRD

Posisi HRD memang identik dengan lulusan Fakultas Psikologi dan Jurusan Manajemen SDM. Anggapan ini keliru. Banyak perusahaan yang tidak mematok spesifikasi khusus bagi kandidat HRD. Jadi, jangan khawatir kalau Anda berminat meniti karier sebagai HRD profesional, tapi tidak berasal dari bidang studi yang relevan.

 

Anda masih tetap memiliki kesempatan dan bisa bersaing dengan kandidat lain dengan mengambil pelatihan online dan sertifikasi yang bisa menunjang keterampilanmu di bidang manajemen SDM.

 

 

Jenjang Karier

Meskipun sama-sama bertugas merancang program karier karyawan, divisi HR memiliki jenjang karier yang sama menjanjikan. Berikut lima jenjang karier yang bisa ditempuh seorang HR professional.

 

1. Staf Rekrutmen

Posisi ini adalah level pemula yang bertugas merekrut calon karyawan sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai perusahaan. Proses rekrutmen mulai dari iklan lowongan kerja di platform pencarian kerja, media sosial, hingga website perusahaan. Selain itu, ia juga  melakukan tes dan wawancara kepada kandidat, menyiapkan kontrak kerja, dan menyusun laporan kerja.

 

2. Staf Payroll

Tugas staf Payroll menghitung gaji karyawan. Untuk berkarier di posisi ini kamu harus mempunyai kemampuan berhitung yang baik. Kamu juga perlu menguasai software untuk sistem penggajian seperti Google Sheets atau Microsoft Excel.

 

3. Training and Development Specialist

Jenjang karier berikutnya adalah sebagai training and development specialist. Tugas posisi mengatur prosedur pelatihan, memberikan pelatihan bagi karyawan baru dan mengelola pelatihan karyawan, hingga . Kalau Anda masih fresh graduate dan mengincar posisi ini, Anda bisa memulai karier sebagai training assistant.

 

4. HR Business Partner

Tingkatan selanjutnya adalah HR Business Partner. Tugas posisi ini memperbarui program evaluasi perusahaan, mengembangkan kebijakan karyawan, hingga merekomendasikan prosedur baru yang dapat mengembangkan perusahaan. Untuk menjadi HR Business Partner, Anda harus memiliki pengetahuan dan menguasai tentang hukum ketenagakerjaan yang berlaku.

 

5. HR Manager

HR Manager sudah termasuk level atas. HR Manager mempunyai tanggung jawab, seperti menyusun nilai-nilai perusahaan, mengontrol rekrutmen, memastikan terlaksananya Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan dengan baik dan lain sebagainya. HR Manager juga ikut andil mengembangkan konsep profil perusahaan.

 

6. Chief HR Officer

Chief HR Officer adalah posisi tertinggi di divisi HR. Posisi ini sama dengan jajaran direksi lainnya. Sebagai Chief HR Officer, tugasnya adalah memimpin dan membuat keputusan dalam divisi HR. Ia juga bisa memberikan masukan berupa kritik dan saran kepada petinggi perusahaan tentang kondisi SDM maupun situasi industri yang memengaruhi kinerja perusahaan.

 

QuBisa


More Insight

How we can help your organization?

ONE GML

Subscribe our latest insight and event


CAREERSABOUT USCONTACT US

FOLLOW US

linkedin
fb
ig

© 2022 ONE GML Consulting